PANGAN FUNGSIONAL


PANGAN FUNGSIONAL



       Pangan fungsional merupakan pangan yang menyehatkan karena memiliki kandungan komponen aktif didalamnya diluar kandungan zat gizi dari bahan pangan. Selain itu, menurut Badan POM, pangan fungsional merupakan pangan yang secara alamiah maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan.

·                   Persyaratan pangan fungsional menurut para ilmuan Jepang  :
1. Pangan berupa produk pangan yang berasal dari bahan alami, bukan berupa kapsul obat atau suplemen.
2.  Pangan dapat dikonsumsi sebagai menu sehari hari.
3.  Pangan dapat memberikan fungsi tertentu saat dicerna dan mampu memberi peran dalam proses tubuh.

Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa pangan fungsional bukan merupakan obat atau food suplement, karena pangan fungsional dapat dikonsumsi sehari hari, tanpa dosis tertentu serta dikonsumsi dalam bentuk makanan yang lezat dan bergizi. Pangan fungsional mengandung komponen bioaktif, dimana komponen ini bertanggung jawab atas reaksi metabolisme yang memberikan efek kesehatan pada tubuh manusia.

·         Beberapa komponen bioaktif dan efeknya bagi kesehatan dalam makanan terdiri dari :

1.       Serat pangan dan pati resisten
Serat pangan (dietary fiber) adalah bagian dari tanaman yang tersusun dari karbohidrat dan tidak dapat dicerna enzim pencernaan di usus halus tetapi mengalmi fermentasi di usus besar. Pati resisten adalah jenis pati yang tidak dapat diserap oleh usus halus manusia. Sehingga jenis pati ini tidak dapat dihidrolisis menjadi glukosa didalam usus. Tetapi, jenis pati ini akan difermentasi di dalam kolon.
Mengkonsumsi Serat pangan yang tinggi dan pati resisten bermanfaat untuk mencegah diabetes atau hiperkolesterol karena mampu mengurangi absorbsi glukosa dan kolesterol. Selain itu juga dapat menyehatkan kolon (mencegah kanker kolon, konstipasi, dan divertikulosis). Dimana serat pangan didalam kolon akan difermentasi menghasilkan asam lemak rantai pendek, seperti asetat, propionat dan butirat yang mampu mencegah kenaikan kolesterol dan mencegah kanker kolon.
Serat pangan banyak terdapat pada sayur, buah, bekatul, serealia, dan rumput laut.

2.      Inulin dan FOS
Inulin adalah oligosakarida yang mengandung fruktosa, dan terdapat di dalam tanaman. FOS adalah oligosakarida yang mengandung unit fruktosa sebanyak 2-10 unit dan dihubungkan dengan ikatan glikosidik. Inulin dan FOS tidak dapat dicerna di usus halus, sehingga memiliki nilai kalori rendah, dan difermentasi oleh mikroflora yang terdapat didalam kolon.
Fungsi inulin dan FOS yaitu untuk menaikan kadar air feses, melunakan feses, dan mengurangi konstipasi. Inulin dan FOS banyak terdapat pada asparagus, bawang merah, pisang, dan bawang putih. 
3.      Antioksidan
Jenis antioksidan alami :
1.      Karotenoid
Karotenoid biasanya terdapat pada : wortel, jeruk, telur, labu kuning, tomat, dll. Manfaat karotenoid yaitu :
-          Menetralkan radikal bebas
-          Menyehatkan mata
-          Mencegah penyakit jantung.
2.      Flavonoids
Flavonoid biasanya terdapat pada buah-buahan, teh, coklat, brokoli, dll. Manfaat dari Flavonoid yaitu :
-          Meningkatkan antioksidan tubuh
-          Memperbaiki fungsi dari otak
-          Menjaga kesehatan jantung dan menetralkan radikal bebas
  • Pada Kedelai, mengandung Isoflavon yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan tulang dan otak dan meningkatkan kekebalan tubuh,
  • Pada buah-buahan, banyak mengandung Vitamin C dan E sebagai antioksidan, berfungsi untuk menetralkan radikal bebas dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Pada Teh, terdapat kandungan Epigallocatechin gallate (EGCG) berfungsi untuk menghilangkan radikal bebas.
4.      PUFA
PUFA adalah senyawa bioaktif yang paling banyak terdapat pada pangan hewani. PUFA terutama asam lemak omega-3 yang terdapat pada ikan salmon, tuna. PUFA berfungsi untuk : mengurangi penyakit jantung koroner, dan memperbaiki kesehatan mental.

5.      Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik

Jenis jenis pangan fungsional :
  • Berdasarkan Sumber Pangan

1.      Pangan fungsional Nabati (contohnya : kedelai, tomat, anggur)
2.      Pangan fungsional hewani (contohnya : ikan, daging, susu)
  • Berdasarkan cara pengolahan

1.      Pangan fungsional alami
Yaitu pangan fungsional yang sudah tersedia secara alami tanpa dilakukan pengolahan. Contoh : buah, sayur.
2.      Pangan fungsional tradisional
Yaitu pangan yang diolah secara tradisional, dan proses pemasakannya diturunkan secara turun temurun. Contohnya : minuman kunyit-asam, beras kencur, temulawak, tape, dadih, dll
3.      Pangan fungsional modern
Yaitu pangan fungsional yang diproses dengan resep resep baru.
Contoh : Yoghurt, Kefir, margarin rendah lemak,



DAFTAR PUSTAKA
Suter, I. I. K., & Suter, I. K. (2013). Pangan Fungsional dan Prospek Pengembangannya. -.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kuliah Teknologi Pangan

Mahasiswa Baru (MABA)

SIFAT ORANG SUKSES