PANGAN FERMENTASI
MAKANAN FERMENTASI ? APA ITU ?
Fermentasi
adalah salah satu aplikasi pengembangan dari bioteknologi pangan. Makanan
fermentasi adalah makanan yang dibuat dengan bantuan mikroorganisme atau
komponen biologis lain seperti enzim sehingga menghasilkan produk yang
bermanfaat yaitu memberi efek kesehatan. Mikroorganisme atau mikroba yang
berperan dalam proses fermentasi terbagi menjadi 3 yaitu bakteri, khamir dan
kapang.
Mikroorganisme
atau mikroba memang sengaja ditumbuhkan dalam
makanan supaya dapat membantu proses fermentasi. Tetapi, mikroba yang
ditambahkan adalah mikroba yang baik atau PROBIOTIK
bukan mikroba jahat atau patogen. Tujuan ditambahkan mikroba supaya mikroorganisme
melakukan aktivitas untuk menghasilkan energi dari pemecahan nutrient. Atau
dengan kata lain, substrat yang dianggap sebagai sumber energi akan diubah
menjadi senyawa yang sederhana supaya lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Fermentasi
dapat memperpanjang masa simpan, karena mikroba dalam proses fermentasi akan mengubah
karbohidrat menjadi alkohol atau asam sehingga dapat mengawetkan makanan
Fermentaasi dibagi
menjadi dua model yaitu
1. Fermentasi media cair atau terendam
(Submerged fermentation)
Adalah
fermentasi yang melibatkan air sebagi fase kontinyu dari substrat, baik sumber karbon atau mineral yang terlarut
dapat digunakan sebagai partikel dalam fase cair
2. Fermentasi media padat (Solid-state
fermentation)
Adalah
fermentasi yang substratnya tidak larut tapi masih mengandung air yang cukup. Pada
fermentasi ini memiliki kandungan nutrisi per volumenya jauh lebih pekat.
Manfaat dari
makanan fermentasi :
- Menghilangkan zat antinutrisi, karena
mikroba melakukan degradasi terhadap senyawa
antinutrisi saat proses fermentasi
antinutrisi saat proses fermentasi
- Meningkatkan kandungan nutrisi dari
produk serta memperpanjang masa simpannya.
- Meningkatkan proses pencernaan.
APAKAH MAKANAN FERMENTASI ITU AMAN ?
Makanan
fermentasi aman untuk dikonsumsi, karena bakteri yang digunakan untuk proses
pengolahannya yaitu bakteri probiotik. Bakteri probiotik termasuk bakteri baik
yang sudah memenuhi status GRAS (Generally
Recognized as Safe) , sehingga bakteri ini aman, tidak patogen, mampu hidup
di saluran pencernaan dan menekan pertumbuhan bakteri patogen sehingga dapat
meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh.
Makanan
fermentasi mudah dijumpai dan banyak ditemukan disekitar kita. Contoh makanan
fermentasi yaitu :
1. YOGHURT
Adalah
produk dari olahan susu yang menggunakan proses fermentasi dibantu oleh Bakteri
Asam Laktat (BAL), dimana bakterinya tersebut adalah Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus
bulgaricus yang hidupnya saling simbiosis atau menguntungkan satu sama lain.
Proses
fermentasi pada produk ini terjadi secara tidak spontan, karena proses
fermentasinya berasal dari bakteri asam laktat yang ditambahkan berasal dari
luar. Proses fermentasi dalam pembuatan yoghurt sekitar 2 atau 3 hari. hal ini
bertujuan untuk menumbuhkan mikroba dan memberi waktu untuk mikroba dapat
bekerja merombak gula menjadi asam laktat. Serta lamanya proses fermentasi akan
membuat turunnya pH pada yoghurt dan membuat rasa asam menjadi meningkat.
Bakteri
Streptococcus thermopilus merupakan
bakteri gram positif yang tak bergerak dan tidak berspora dan dapat memproduksi
asam laktat sampai 1,2 – 1,5% . Pada proses pembuatan yoghurt, bakteri ini
berfungsi untuk pembentukan citarasa pada yoghurt. Sedangkan, bakteri Lactobacillus bulgaricus merupakan
bakteri gram positif, tidak memiliki bentuk, dan mampu bertahan pada suasana asam atau pH rendah
supaya dapat tumbuh efektif.. Pada pembuatan yoghurt bakteri ini berfungsi
untuk mengubah laktosa menjadi asam laktat yang memiliki peran untuk membentuk
aroma.
Manfaat
dari Yoghurt, yaitu :
a. Mampu
mengatasi laktosa intoleran.
Laktosa
intoleran adalah kondisi usus dalam tumbuh tidak dapat mencerna laktosa karena
terbatasnya enzim laktase yang terdapat disaluran pencernaannya. Orang yang
menderita laktosa intoleran dapat mengkonsumsi yoghurt atau minuman fermentasi
lainnya yang berasal dari susu karena, didalam produk tersebut sudah terdapat
bakteri asam laktat yang mampu menguraikan laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa (monosakarida) sehingga mudah dicerna dan diserap oleh tubuhnya.
b. Memberi
keseimbangan sistem pencernaan pada tubuh.
c. Menurunkan
kadar kolesterol
Dapat
menurunkan kolesterol karena, BAL mampu menghasilkan asam propionat dan orotat
yang tergolong dalam asam organik. Dimana, asam propionat dapat menghambat
sintesis (pembentukan ) kolesterol di hati.
d. Mencegah
kanker
Yoghurt
dapat memicu sistem pertahanan tubuh, contohnya interferon serta sel NK
(Natural killer cell) yang dapat melawan kanker dan tumor.
e. Mengatasi
infeksi dari jamur dan bakteri.
Dilakukan
dengan cara, BAL menghasilkan senyawa antimikroba yang berupa bakteriosin yang
dapat melawan infeksi bakteri patogen dalam tubuh
2. KIMCHI
Kimchi
adalah produk dari sayur sayuran yang berfermentasi asam laktat yang berasal dari Korea. Bahan yang biasa
digunakan untuk kimchi adalah sawi putih. Kimchi memiliki warna merah karena
adanya cabai dan rasa yang pedas sehingga rasanya dapat diterima oleh
masyarakat Indonesia.
Kimci
menggunakan proses fermentasi spontan, dimana bakteri yang digunakan berasal
dari dalam sawi tersebut bukan dari luar. Selain itu, Proses fermentasi kimchi
menggunakan bakteri Lactobacillus kimchi
yang dapat menghasilkan asam laktat jauh lebih tinggi dibanding yoghurt.
Manfaat
dari Kimchi yaitu :
a. Meningkatkan
selera makan.
b. Membantu
menjaga kesehatan pencernaan.
Memiliki
kalori yang rendah serta tinggi serat sehingga mudah diserap oleh organ
pencernaan pada tubuh
c. Sumber
probiotik
d. Menurunkan
tekanan darah
Kimchi
berasal dari bahan kubis dan bawang putih, dimana bahan tersebut mengandung
senyawa allicin dan selenium yang berfungsi untuk mengatur kadar kolesterol
didalam tubuh supaya tetap rendah dan mencegah adanya penyumbatan lemak.
e. Membantu
berat badan ideal
f. Kaya
akan antioksidan.
3. KEJU
Keju
merupakan produk fermentasi yang berasal dari olahan susu, dengan cara
menggumpalkan (Koagulasi) bagian
kaseinnya dengan bantuan enzim rennet (enzim pencernaan yang terdapat
dalam lambung hewan). Susu yang
terkoagulasi terpisah menjadi dua yaitu bagian Curd (Padat, yang digunakan
untuk keju) dan Whey (Cair)
Penggumpalan
terjadi karena adanya bakteri Lactobacillus
bulgaricus dan Streptococcus lactis
sehingga dapat membuat fermentasi asam laktat. Keju memiliki masa simpan yang
lama, sekitar 5-10 tahun tergantung dari jenis kaju. Jenis keju sangat banyak
dan bervariasi. Keju kaya akan protein, lemak, kalsium, dan fosfor
Keju
memiliki manfaat, antara lain dapat membantu pertumbuhan tulang dan gigi,
membantu pembentukan sel darah merah dan haemoglobin. Selain itu, keju dapat
dikonsumsi oleh penderita lactosa intoleran.
4. TEMPE
Tempe
juga merupakan produk fermentasi yang berasal dari kedelai dan dibantu oleh
jamus Rhizopus olisgosporus. Jamur
ini memiliki peran untuk menjadikan tempe memiliki rasa yang lebih enak,
bergizi, dan menjadi makanan sehat.
Tempe
memiliki beberapa manfaat, antara lain :
a. Memiliki
protein tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh
b. Mengandung
flafoid dan zat besi yang sifatnya antioksidan sehingg dapat menurunkan tekanan
darah
c. Mampu
meminimalkan senyawa infeksi karena mengandung senyawa antibakteri yang
dihasilkan oleh kapang
d. Mudah
dibuat berbagai olahan masakan.
5. KECAP
Kecap
adalah produk fermentasi berbentuk cair dan memiliki warna hitam atau coklat,
dimana produk ini memiliki rasa asin atau manis. Kecap mudah dicerna dan
diserap oleh tubuh karena memiliki komponen yang berat molekulnya rendah.
Kecap
dibuat dari kedelai hitam pilihan, dan dibantu dengan jamur Aspergillus oryzae.
6. KEFIR
Kefir
adalah produk fermentasi yang dibuat dari olahan susu yang difermentasi oleh
starter granula kefir (Kefir grain). Kefir grain adalah koloni dari bakteri
yang bersimbiotik secara bersama sama membentuk jaringan yang padat. ).
Kefir
hampir sama dengan yoghurt, tetapi lebih kental dan rasa asamnya lebih tinggi. Kefir
memiliki berbagai manfaat yang menguntungkan sehingga disebut juga sebagai
pangan fungsional
DAFTAR
PUSTAKA :
Arini,
L. D. D. (2017). Pemanfaatan Bakteri Baik dalam Pembuatan Makanan Fermentasi
yang Bermanfaat untuk Kesehatan. Biomedika, 10(1), 1-11.
Mutia,
U., & Saleh, C. (2016). Uji Kadar Asam Laktat Pada Keju Kacang Tanah
(Arachis Hypogaea L.) Berdasarkan Variasi Waktu Dan Konsentrasi Bakteri
Lactobacillus Bulgaricus Dan Streptococcus Lactis. Jurnal Kimia
Mulawarman, 10(2).
Astuti,
N. P. (2009). Sifat Organoleptik Tempe Kedelai yang Dibungkus Plastik,
Daun Pisang dan Daun Jati (Doctoral dissertation, Universitas
Muhammadiyah Surakarta).
Rahayu,
A., & Suranto, P. T. (2005). Analisis karbohidrat, protein, dan lemak pada
pembuatan kecap lamtoro gung (leucaena leucocephala) terfermentasi aspergillus
oryzae. Bioteknologi, 2(1), 14-20.
Safitri,
M. F., & Swarastuti, A. (2013). Kualitas kefir berdasarkan konsentrasi
kefir grain. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 2(2),
87-92.

Komentar
Posting Komentar